TVPEMALANG.COM – Transformasi wajah Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, kini semakin lengkap dengan hadirnya Alun-Alun Moga yang tampil asri dan modern. Setelah melalui proses revitalisasi berbasis semangat gotong royong, ruang publik tersebut resmi diresmikan oleh Bupati Pemalang, Anom Widiantoro, pada Kamis (28/5/2026).
Acara peresmian berlangsung meriah dan dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat. Kehadiran mereka menjadi saksi bisu perubahan drastis kawasan yang dulunya dikenal kumuh, kini bertransformasi menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) multifungsi sebagai sarana olahraga, rekreasi, dan interaksi sosial.
Dalam sambutannya, Camat Moga, Drajat, secara terbuka mengenang kondisi awal lokasi sebelum direnovasi. Ia mengakui bahwa area tersebut sempat terlantar, kotor, dan bahkan kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Jujur saja, sebelum disulap seperti ini, kondisinya sangat memprihatinkan. Namun, kami memiliki visi untuk mengubahnya menjadi wajah baru Moga,” ujar Drajat.
Inisiatif perubahan bermula ketika Drajat mengajukan desain revitalisasi kepada Bupati dan mendapatkan persetujuan. Tantangan terbesar bukan pada teknis pembangunan, melainkan pada sumber pendanaan dan isu miring yang beredar di tengah masyarakat. Sempat ada tuduhan bahwa proyek ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Demi Allah, anggaran yang digunakan murni swadaya. Tidak ada satu rupiah pun uang negara yang dipakai untuk pembangunan fisik ini,” tegas Drajat meluruskan kabar tersebut.
Ia merinci bahwa dana revolusi alun-alun terkumpul dari kepedulian berbagai pihak. Bupati Pemalang memberikan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta, diikuti sumbangan pribadi Camat Drajat sebesar Rp30 juta. Kontribusi terbesar datang dari donatur utama, Gus Haris, yang menyumbangkan Rp140 juta serta tenaga melalui tim Rescue Moga yang mengawal pengerjaan fisik di lapangan.
Komitmen warga Moga dalam membangun daerahnya sendiri mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Pemalang, Anom Widiantoro. Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa kemandirian masyarakat adalah fondasi terkuat bagi pembangunan daerah.
“Ini adalah potret ideal pembangunan berbasis masyarakat. Konsep swadaya seperti di Moga terbukti efektif dan bisa menjadi motor penggerak bagi wilayah lain,” ungkap Anom Widiantoro.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berjasa tanpa pamrih. Ia berharap, suksesnya revitalisasi Alun-Alun Moga dapat menular ke kecamatan-kecamatan lain di Pemalang.
“Saya berharap ini bukan akhir, tetapi awal. Mari kecamatan lain meniru langkah ini. Buka ruang terbuka hijau di wilayah masing-masing. Mari saling mendukung, karena ini semua ‘dari kita, untuk kita’,” ajaknya.
Menutup acara, Bupati Anom Widiantoro menitipkan pesan krusial kepada seluruh warga Moga. Ia mengingatkan bahwa membangun fasilitas umum jauh lebih mudah daripada merawatnya. Oleh karena itu, kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan dan keindahan alun-alun menjadi kunci agar investasi sosial ini tetap bermanfaat jangka panjang.
“Saya titipkan fasilitas ini kepada masyarakat. Jagalah dengan sebaik-baiknya, jangan sampai kembali kotor seperti dulu. Ini adalah hasil keringat dan kepedulian kita bersama,” pungkas Bupati.
Kini, Alun-Alun Moga siap melayani warga sebagai pusat aktivitas positif. Dari tempat yang dulu dihindari karena bau dan kumuh, kini ia berdiri kokoh sebagai simbol kebangkitan semangat gotong royong masyarakat Moga.
” Hasan “













