TV PEMALANG.COM — Pemerintah Kabupaten Pemalang berkomitmen mempercepat pembangunan 143 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya lebih cepat dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemkab untuk meningkatkan kualitas gizi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, menegaskan bahwa program MBG tidak hanya soal kesehatan, melainkan juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Saat meresmikan dapur MBG di Desa Kebojongan, Kecamatan Comal, dia menyatakan harapan agar produk lokal — seperti telur dan sayuran yang ditanam warga — dapat diserap langsung oleh dapur MBG. Dengan demikian, program ini menjadi stimulan ekonomi berkelanjutan di tingkat desa.
Sejak diluncurkan pada Juli lalu, program MBG di Pemalang telah menorehkan kemajuan yang signifikan. Saat ini, tercatat sudah ada 35 dapur MBG yang aktif di berbagai wilayah. Pemkab menargetkan jumlah dapur ini meningkat hingga 125 unit pada pertengahan tahun 2026.
Percepatan pembangunan dapur MBG ini juga mendapat sorotan dan dukungan dari legislatif. Seorang anggota Dewan menyatakan bahwa mempercepat pembangunan dapur sangat krusial agar anak-anak segera mendapatkan manfaat gizi dari program tersebut.
Tak hanya soal kuantitas, kualitas juga menjadi perhatian utama. Nurkholes mengingatkan para pengelola dapur agar menjaga higienitas dan keamanan pangan. Dalam peresmian dapur MBG Kebojongan, ia meninjau langsung fasilitas seperti peralatan makan (misalnya “ompreng” atau piring seng) dan berdialog dengan juru masak untuk memastikan standar kebersihan dan gizi terpenuhi.
Lebih jauh, percepatan ini terkait erat dengan kesiapan lahan. Sebelumnya, Pemalang telah menyiapkan tiga lokasi untuk pembangunan dapur MBG, dan dua di antaranya telah lolos verifikasi untuk segera dibangun.
Program MBG di Pemalang pun dianggap sebagai solusi ganda: menyediakan pangan sehat bagi anak-anak sekaligus menciptakan efek ekonomi lokal. “Inilah nilai ekonomi MBG,” tegas Nurkholes, sambil menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung, dari pemerintah hingga masyarakat.
Dengan pemenuhan target pembangunan hingga ratusan dapur, Pemalang berharap program MBG bisa menjadi model dalam sinergi antara peningkatan gizi publik dan pemberdayaan komunitas desa.













