TV PEMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten Pemalang memastikan seluruh korban kericuhan dalam pengajian di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, telah mendapatkan penanganan medis. Bantuan pengobatan diberikan secara penuh di sejumlah rumah sakit di Pemalang.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyatakan delapan korban telah diperbolehkan rawat jalan, sementara lainnya masih dalam pemantauan medis.
> “Penanganan korban sudah kami lakukan di seluruh rumah sakit. Bantuan pengobatan kami berikan kepada semua korban, dan delapan orang sudah rawat jalan,” ujar Bupati Anom di Pendopo Pemalang, Kamis malam.
Ia menegaskan Pemkab bersama Forkopimda terus memperkuat koordinasi untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
> “Kita bersama Forkopimda selalu berkoordinasi untuk mengantisipasi agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi di Kabupaten Pemalang,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Pemalang AKBP Eko Sunaryo memastikan situasi Kabupaten Pemalang pasca-kejadian aman dan kondusif.
> “Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi Petarukan dan sekitarnya aman terkendali. Aktivitas masyarakat berjalan normal, dan kami terus memantau wilayah agar tetap kondusif,” tegas Kapolres.
Senada dengan itu, Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif mengimbau seluruh pihak untuk menjaga stabilitas keamanan serta tidak mudah terprovokasi.
> “Pasca-kejadian, kita meningkatkan patroli rutin di seluruh wilayah, termasuk kawasan Pantura. Alhamdulillah, kondisi lapangan tetap aman dan tidak ada hal menonjol,” ungkap Dandim.
Turut mendampingi Bupati pada kesempatan itu, Asisten Sekda Tutuko Raharjo, Kepala Diskominfo Joko Ngatmo, dan Kepala Bakesbangpol Bagus Sutopo.













