TV PEMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI, IM Japan, dan IKAPEKSI, resmi menggelar Seleksi Magang Jepang Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kabupaten Pemalang pada Senin (1/12/2025).
Dalam sambutan Bupati Pemalang yang dibacakan oleh Kepala Disnaker Umroni, disampaikan bahwa program Magang Jepang merupakan salah satu program unggulan pemerintah untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia. Program ini tidak hanya memberi kesempatan memperluas wawasan, tetapi juga membentuk karakter kerja yang disiplin dan berdaya saing global.
“Jepang adalah negara yang dikenal sebagai pusat inovasi dan teknologi dunia. Budaya kerja mereka menjunjung tinggi kedisiplinan, tanggung jawab, ketepatan waktu, dan mutu. Harapannya, peserta dari Pemalang dan daerah lainnya dapat lolos dan berangkat ke Jepang,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua peserta akan lolos tahapan seleksi. “Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Jadikan seleksi ini sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan diri,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Pentalatrans yang juga Plt Sekretaris Disnaker, Winarno, melaporkan bahwa terdapat 117 peserta yang mengikuti seleksi. Dari jumlah tersebut, 34 peserta berasal dari Kabupaten Pemalang, menjadikan Pemalang sebagai daerah dengan jumlah peserta terbanyak.
Winarno mengungkapkan, jumlah pendaftar awal sebenarnya mencapai 387 orang melalui portal IM Japan dan Disnaker. Namun setelah proses verifikasi berkas dan daftar ulang, hanya 117 peserta yang memenuhi persyaratan.
Peserta seleksi tidak hanya berasal dari Jawa Tengah, tetapi juga dari sejumlah provinsi lain. “Dari 117 peserta, 94 orang berasal dari Jawa Tengah. Sisanya dari Jawa Barat sebanyak 23 orang, DKI Jakarta 1 orang, dan dari Asahan, Sumatera Utara 1 orang,” jelasnya.
Seleksi Magang Jepang tahun 2025 ini dijadwalkan berlangsung sejak tanggal 1 hingga 5 Desember, dengan rangkaian tes fisik, ketahanan, dan kemampuan dasar yang harus diikuti para peserta.













