TVPEMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pemalang (Dinpermades) terus mematangkan persiapan pengelolaan anggaran desa Tahun Anggaran 2026. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang digelar di Pendopo Kecamatan Randudongkal, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini diikuti aparatur desa dari wilayah Kecamatan Randudongkal dan Warungpring, mulai dari kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga jajaran Kasi PMD dan Kasi Tapem. Forum tersebut menjadi ruang sinkronisasi kebijakan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa agar perencanaan serta pelaksanaan anggaran berjalan selaras.
Camat Randudongkal, Agus Mulyadi, S.I.P., M.M., menegaskan pentingnya pemahaman regulasi sebagai fondasi utama dalam tata kelola pemerintahan desa. Ia mengingatkan agar pengelolaan anggaran dilakukan secara profesional dan penuh tanggung jawab.
“Sosialisasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pedoman agar pelaksanaan anggaran di lapangan berjalan efektif, transparan, dan akuntabel. Setiap rupiah yang turun harus tepat sasaran sesuai perencanaan,” tegasnya.
Dalam pemaparannya, perwakilan Dinpermades Kabupaten Pemalang menjelaskan sejumlah regulasi terbaru serta prioritas penggunaan DD dan ADD tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan keuangan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Momentum ini juga menjadi ajang penyampaian pesan khusus dari Pemerintah Kabupaten Pemalang terkait kondusifitas wilayah. Mengingat tahun 2026 merupakan tahun politik dengan agenda Pilkades serentak di sejumlah desa, seluruh aparatur diminta menjaga netralitas dan kerukunan masyarakat.
“Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun persatuan dan persaudaraan harus tetap diutamakan. Aparatur desa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan warga,” ujar perwakilan Dinpermades menyampaikan pesan Bupati.
Melalui sinergi dan pengelolaan DD serta ADD yang profesional, desa-desa di Randudongkal dan Warungpring diharapkan mampu mempercepat pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata di tahun 2026.**Hsn.













