Jamasan Pusaka Warnai Tradisi Malam 1 Suro di Ndalem Notonagoro

oleh
oleh
banner 468x60

TV PEMALANG.COM – Tradisi Jamasan Kereta Kencana dan Pusaka Kadipaten Pemalang tahun 2026 berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, prosesi jamasan digelar pada malam hari di Bangunan Cagar Budaya Ndalem Notonagoro, Rabu (24/6/2026),

menghadirkan suasana sakral yang kental dengan nuansa budaya Jawa.
Sebelum prosesi jamasan dimulai, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama istri, Wakil Bupati Nurkholes beserta istri, para kepala perangkat daerah, dan rombongan pengombyong mengikuti kirab budaya dengan berjalan kaki dari Pendopo Kabupaten Pemalang menuju Ndalem Notonagoro. Kirab berlangsung khidmat dengan penerangan obor yang menambah kesan tradisional dan penuh makna.
Setibanya di lokasi, acara diawali doa bersama, laporan penyelenggara, serta sambutan Bupati yang seluruhnya disampaikan dalam bahasa Jawa. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penjamasan pusaka Kadipaten Pemalang oleh Bupati Anom Widiyantoro didampingi KRAT Purwanto Condro Nagoro. Bupati juga memimpin jamasan Kereta Kencana Kyai Seto Mraman, sementara Wakil Bupati Nurkholes menjamas Kereta Kencana Kyai Turangga Jati.

Dalam sambutannya, Bupati Anom menegaskan bahwa menjaga dan merawat pusaka merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa membangun daerah. Menurutnya, pusaka bukan sekadar benda warisan, melainkan saksi sejarah yang mengandung nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan.

“Jamasan ini tidak hanya untuk merawat kereta kencana dan pusaka, tetapi juga menjadi sarana mengenang nilai gotong royong, kebersamaan, dan saling menghormati yang diwariskan para leluhur,” ujar Anom.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Pemalang untuk terus melestarikan budaya adiluhung sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui kontribusi tenaga, pikiran, dan gagasan di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Fera Djokosusanto, menjelaskan bahwa tradisi jamasan digelar sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan leluhur Pemalang.

Rangkaian kegiatan jamasan tahun ini meliputi boyong Kereta Kencana Kyai Seto Mraman dan Kyai Turangga Jati, beber ringgit wacucal, hingga prosesi jamasan pusaka yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Pemalang, seniman, budayawan, serta tokoh masyarakat yang turut mendukung pelestarian budaya daerah.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.