TVPEMALANG.COM – Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi dan perwujudan tata kelola keuangan desa yang transparan, Pemerintah Desa Lodaya menyelenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) Pertanggungjawaban BUMDes Lodaya Sejahtera sekaligus Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Aula Balai Desa Lodaya, Rabu (15/04/2026).
Kegiatan tahunan ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa Lodaya, Forkopimcam Randudongkal, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus BUMDes, pengawas, pendamping desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Pertanggungjawaban Sesuai Regulasi
Musdes ini merupakan amanat dari Pasal 31 Permendesa PDTT No. 4 Tahun 2015, yang mewajibkan BUMDes untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatannya secara berkala.
Fokus utama rapat adalah memaparkan capaian kinerja keuangan tahun anggaran 2025 serta merancang program kerja untuk tahun 2026.
Direktur BUMDes Lodaya Sejahtera, Ali Panji, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 pihaknya mengelola anggaran sebesar Rp185.500.000. Dana tersebut difokuskan pada unit usaha ketahanan pangan melalui budidaya ayam petelur.
“Untuk periode Januari hingga Maret 2026, hasil produksi memang belum maksimal atau masih berada di posisi minus. Namun, kami optimis pada bulan April ini produksi telur mulai stabil dan optimal. Hal ini tentu berkat kerja keras pengurus serta dukungan penuh dari Pemdes dan BPD,” ujar Ali Panji dalam paparannya.
Di tempat yang sama, Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) Lodaya, Surino, menyampaikan laporan terkait dinamika perkembangan koperasi. Meski menghadapi sejumlah kendala teknis dan personalia, ia menegaskan bahwa operasional koperasi tetap berjalan sesuai jalur.
Surino menceritakan tantangan dalam mengelola kepengurusan, di mana beberapa pengurus inti sedang berhalangan karena urusan keluarga dan pekerjaan.
“Ada kendala di struktur kepengurusan, namun itu bukan batu sandungan melainkan tantangan. Kami tetap bergerak, termasuk berkoordinasi dengan Diskoperindag dan telah menunjuk tenaga bantuan untuk memastikan roda organisasi tetap berputar,” jelasnya.
Saat ini, KDKMP tengah aktif melakukan sosialisasi untuk perekrutan anggota baru. Respons masyarakat, khususnya melalui penggerak PKK, dinilai sangat positif dengan puluhan calon anggota yang menyatakan siap bergabung.
Kedepan, KDKMP direncanakan akan bersinergi dengan BUMDes dalam distribusi produk, di mana keuntungan yang didapat akan kembali kepada anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU). Calon anggota diwajibkan menyetorkan simpanan pokok sebesar Rp50.000 dan simpanan wajib Rp10.000.
“Intinya kita ingin memajukan desa secara bersama-sama. Kami sudah menyiapkan laporan RAT dalam bentuk digital (PDF) untuk diserahkan ke Pemerintah Desa sebagai bentuk komitmen administrasi kami,” tutup Surino.
Kegiatan yang berlangsung tertib ini diharapkan mampu menjadi momentum bagi Desa Lodaya untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kerakyatan melalui lembaga usaha milik desa yang akuntabel.
” Hsn “













