TVPEMALANG.COM – Kepala Desa Warungpring, Kharis Munawir, menemui kelompok massa yang menamakan diri Pemuda Warungpring Bersatu di halaman Balai Desa Warungpring, Sabtu (27/12). Dalam pertemuan tersebut, Kharis menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dalam proses penjaringan perangkat desa.
Dialog Terbuka dan Evaluasi Proses
Aksi yang berlangsung kondusif tersebut menjadi ruang dialog langsung antara warga dan pimpinan desa. Kharis menyatakan bahwa dirinya memiliki visi yang sejalan dengan tuntutan pemuda, yakni menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Visi saya sejak awal adalah memastikan perangkat desa terpilih memiliki legitimasi moral dan publik yang kuat. Integritas proses jauh lebih berharga daripada sekadar urusan administrasi,” ujar Kharis di hadapan massa aksi.
Menanggapi kekhawatiran peserta aksi mengenai potensi penyimpangan, Kharis menjanjikan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja panitia penjaringan. Ia bahkan mempersilakan adanya jalur hukum jika ditemukan bukti pelanggaran.
Langkah strategis diambil oleh Kharis dengan mengajak perwakilan pemuda untuk terlibat aktif dalam fungsi pengawasan. Menurutnya, keterlibatan elemen masyarakat sangat penting untuk meminimalkan sumbatan informasi dan kecurigaan publik.
“Jika dalam proses penjaringan ditemukan pelanggaran oleh panitia, silakan diproses secara hukum. Saya ingin proses ini berjalan tanpa celah,” tegasnya.
Sikap kooperatif yang ditunjukkan kepala desa tersebut berhasil meredam ketegangan. Alih-alih memicu konflik, dialog ini justru menjadi momentum bagi Pemerintah Desa Warungpring untuk memperkuat kontrol sosial.
Dengan adanya pelibatan elemen masyarakat secara langsung dalam pengawasan ke depan, diharapkan pengangkatan perangkat desa di wilayah tersebut benar-benar menghasilkan pejabat yang kompeten dan dipercaya oleh warga
Hingga aksi berakhir, situasi di sekitar Balai Desa Warungpring tetap aman dan tertib. Langkah responsif Kharis Munawir dalam menghadapi tuntutan massa menunjukkan kualitas kepemimpinannya yang mengedepankan dialog daripada konfrontasi.
” Hsn “













