TVPEMALANG.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait isu miring yang sempat beredar di media sosial. Kepala Desa Gambuhan, Sudrajat, memberikan tanggapan dengan awak media untuk meluruskan kabar mengenai pengelolaan anggaran dan pengerjaan proyek desa, Senin (26/1/2026).
Bertempat di Bale Desa Gambuhan, Sudrajat secara tegas membantah tudingan adanya penyimpangan atau proyek fiktif. Menurutnya, seluruh pembangunan yang didanai melalui Dana Desa (DD) maupun sumber anggaran lainnya telah menempuh jalur administratif yang sah dan transparan.
“Semua program fisik ada bukti nyatanya di lapangan dan sudah melewati tahap monitoring serta evaluasi (monev) dari pihak Kecamatan hingga dinas terkait. Jadi, tuduhan adanya proyek fiktif itu sama sekali tidak benar. Kami sangat terbuka jika ada pihak yang ingin melakukan kroscek langsung,” ujar Sudrajat kepada wartawan.
Kepala Desa Gambuhan, Sudrajat, merinci lebih lanjut mengenai proyek air bersih yang tersebar di beberapa titik pada TA 2024 dengan anggaran 95,44juta di
Dukuh Gajah Nguling (RT 08 RW 01) untuk Pembangunan bak penampung air .
” Pembangunan jalur utama pipanisasi Dukuh Krajan dan Dukuh Kukusan dengan anggaran Rp100 juta sudah selesai. Namun, untuk penyambungan dari pipa utama ke masing-masing rumah warga dilakukan secara swadaya oleh masyarakat,” terang Sudrajat.
Sudrajat juga menjelaskan adanya iuran sebesar Rp10.000 yang dikelola oleh masing-masing pengurus kelompok. Saat ini, terdapat lebih dari 10 kelompok pengelola pengairan yang aktif di Desa Gambuhan.
Terkait isu bantuan sosial, Sudrajat mengakui sempat terjadi dinamika pada penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) TA 2025. Dikabarkan sempat ada pemotongan sebesar Rp50.000 dari total bantuan Rp900.000 per KPM.
Sudrajat menegaskan ,” bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh oknum kelompok tertentu. Namun, pihaknya memastikan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan, ” Dana yang sempat dipotong oleh oknum tersebut kini sudah dikembalikan sepenuhnya kepada warga penerima manfaat,” pungkasnya.
Suyatmo, selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) menambahkan bahwa proyek Pembangunan Sarana Prasarana Pariwisata Tahun Anggaran (TA) 2024 telah rampung dilaksanakan.
Dengan total pagu anggaran sebesar Rp70 juta, kegiatan tersebut dialokasikan ke dalam dua fokus utama:
Pengadaan Air Bersih: Meliputi sistem pipanisasi dan penyediaan toren.
Pengembangan Destinasi: Pembangunan spot swafoto (dark selfie) di kawasan Gunung Kukusan.
Dukungan Prasarana Pendidikan
Selain sektor wisata, pembenahan fasilitas pendidikan juga menjadi prioritas. Perangkat Desa Gambuhan, Basori, mengonfirmasi bahwa pembangunan sarana MCK di TK Pertiwi telah selesai. Proyek ini menggunakan pagu anggaran TA 2023 senilai Rp15 juta.ujar Basori menutup klarifikasi tersebut.














