TVPEMALANG.COM – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Pemalang dalam beberapa hari terakhir memicu banjir bandang dan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik. Salah satu dampak paling signifikan terjadi di Desa Pepedan, di mana tanggul Sungai Comal dilaporkan jebol setelah tak mampu menahan debit air yang meningkat drastis.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur tanpa henti tidak hanya merusak tanggul. Bencana tanah longsor juga dilaporkan menerjang Kecamatan Pulosari, tepatnya di Desa Penakir dan Gunungsari. Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Moga, meliputi Desa Sima serta Dukuh Gintung dan Dukuh Tretep.
Di Desa Pepedan sendiri, selain tanggul yang jebol, derasnya arus sungai juga menyebabkan Sandaran sungai longsor dan hanyut terbawa aliran air yang sangat kuat.
Hingga saat ini, dilaporkan bahwa luapan air belum sampai merendam rumah-rumah warga. Namun, situasi tersebut tidak lantas membuat masyarakat tenang. Ancaman banjir susulan membuat warga Desa Pepedan kini berada dalam kondisi waspada tinggi.
“Meskipun air belum masuk ke rumah, kami tetap berjaga-jaga. Kondisi tanggul yang rusak sangat mengkhawatirkan jika hujan deras kembali turun,” ujar salah satu warga setempat.
Merespons kondisi tersebut, warga Desa Pepedan sangat berharap adanya tindakan cepat dari Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Masyarakat mendesak agar perbaikan tanggul yang jebol serta sandaran sungai yang tergerus segera dilakukan perbaikan.
Langkah perbaikan permanen dianggap sangat mendesak demi menjamin keamanan warga dan mencegah potensi banjir bandang masuk ke area pemukiman di masa mendatang. ” Hsn “













