TVPEMALANG.COM – Tradisi Ruwat Bumi kembali menjadi magnet budaya yang kuat bagi masyarakat Kabupaten Pemalang. Ratusan warga tumpah ruah memadati Lapangan Siremeng, Kecamatan Pulosari, pada Sabtu (27/6/2026) untuk mengikuti prosesi puncak acara tersebut, yaitu kirab dan perebutan gunungan. Suasana penuh kekhidmatan bercampur sukacita menyelimuti kawasan tersebut sejak pagi hingga sore hari.
Gunungan yang diarak keliling desa berisi aneka hasil bumi, mulai dari sayuran segar, buah-buahan, palawija, hingga umbi-umbian (palapendem). Bagi masyarakat setempat, tradisi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud rasa syukur atas limpahan rezeki alam serta filosofi kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Desa Siremeng, Solihin, menjelaskan bahwa kesuksesan acara tahun ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Warga Masyarakat Siremeng, Pemerintah Desa Siremeng dan jajaran Nahdlatul Ulama (NU) setempat. Rangkaian kegiatan tidak hanya terbatas pada kirab gunungan, tetapi juga meliputi bakti sosial khitanan massal 23 anak, pengajian, pentas seni, rebana, hingga pagelaran Wayang Kulit sebagai hiburan rakyat.
Ia juga mengungkapkan apresiasi tinggi terhadap semangat gotong royong warga dan keluarga besar NU (Nahdiyin) yang telah bahu-membahu menyukseskan acara ini. Seluruh anggaran pelaksanaan kegiatan tersebut bersumber dari swadaya masyarakat dan Pemdes serta Kluarga Nahdiyin Desa Siremeng, tanpa membebani pihak eksternal.
“Terima kasih kepada seluruh warga Siremeng dan tokoh Nahdiyin yang telah bekerja keras, mendukung , bahu membahu,gotong royong. Kekompakan inilah yang membuat Ruwat Bumi tetap lestari,” tambahnya.
Solihin berharap tradisi positif ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang di masa depan. Ia menargetkan peningkatan jumlah peserta khitanan massal serta dukungan donasi dari berbagai pihak agar skala kegiatan bisa lebih besar dan manfaatnya lebih luas bagi masyarakat.
Sementara itu, antusiasme warga terlihat jelas saat prosesi perebutan gunungan dimulai. Acara ditutup dengan harapan agar harmoni sosial dan kelestarian budaya di Desa Siremeng tetap terjaga dari generasi ke generasi.
( Hasan )














